Samsung Kerek Harga Ponsel Galaxy Lagi Imbas RAMageddon

SEOUL — Samsung kembali menaikkan harga sejumlah ponsel pintar Galaxy, memperpanjang daftar dampak dari fenomena RAMageddon yang terus mengguncang rantai p

Samsung Kerek Harga Ponsel Galaxy Lagi Imbas RAMageddon

SEOUL — Samsung kembali menaikkan harga sejumlah ponsel pintar Galaxy, memperpanjang daftar dampak dari fenomena RAMageddon yang terus mengguncang rantai pasok semikonduktor global. Langkah ini bukan yang pertama; sepanjang 2025, raksasa teknologi Korea Selatan itu sudah beberapa kali menyesuaikan banderol produknya seiring melonjaknya biaya komponen memori, terutama DRAM dan NAND flash.

Apa Itu RAMageddon?

Istilah RAMageddon merujuk pada krisis pasokan dan lonjakan harga chip memori DRAM yang dipicu oleh kombinasi beberapa faktor: pemulihan permintaan pasca-pandemi yang lebih cepat dari perkiraan, terbatasnya kapasitas produksi pabrik-pabrik besar seperti Samsung, SK hynix, dan Micron, serta persaingan sengit memperebutkan pasokan dari sektor pusat data AI dan komputasi awan. Akibatnya, harga kontrak DRAM naik lebih dari 35% secara tahunan pada kuartal pertama 2025, menurut data TrendForce, dan tren kenaikan masih berlanjut hingga paruh kedua tahun ini.

Kronologi Kenaikan Harga Galaxy

  1. Februari 2025: Samsung diam-diam menaikkan harga rata-rata 5–8% pada seri Galaxy A15 dan A25 di sejumlah pasar Asia Tenggara dan Eropa Timur, dengan alasan fluktuasi biaya komponen.
  2. Juni 2025: Gelombang kedua menyasar model Galaxy M15 dan Galaxy A24, dengan penyesuaian sekitar 7–10%. Produsen menyebut “tekanan rantai pasok yang berkelanjutan” sebagai pemicu.
  3. Oktober 2025: Kenaikan terbaru mencakup Galaxy A17, A26, dan Galaxy M16—model yang paling laris di segmen menengah—dengan kenaikan rata-rata 8–12%, bergantung pada varian RAM dan penyimpanan internal. Untuk Galaxy A17 6/128 GB, harga naik dari Rp3.299.000 menjadi Rp3.599.000. Sementara Galaxy A26 8/256 GB melonjak dari Rp4.599.000 menjadi Rp4.999.000.

Model Spesifik dan Dampak pada Konsumen

Berdasarkan dokumen internal yang bocor ke publik—dan telah dikonfirmasi sebagian oleh perwakilan Samsung Indonesia—daftar model yang terdampak meliputi:

  • Galaxy A17 (6/128 GB & 8/256 GB)
  • Galaxy A26 (8/128 GB & 8/256 GB)
  • Galaxy M16 (4/128 GB & 6/128 GB)

Harga baru berlaku mulai 15 Oktober 2025 untuk pembelian langsung dari Samsung.com dan mitra ritel resmi. Perubahan ini tidak menyentuh seri flagship seperti Galaxy S25 atau Galaxy Z Fold6, yang memang sudah menggunakan modul RAM LPDDR5X dengan harga kontrak lebih tinggi sejak awal.

Respons Pasar dan Analisis Ahli

Pengamat industri gawai, Rizal Fahmi, menilai langkah Samsung sebagai strategi untuk menjaga margin di tengah badai biaya komponen. “Samsung sebenarnya punya keunggulan karena memproduksi DRAM sendiri melalui divisi semikonduktornya. Namun, ketika harga DRAM di pasar terbuka melambung, divisi perangkat seluler juga harus ‘membayar’ harga internal yang wajar agar tidak mengganggu profitabilitas korporasi secara keseluruhan. Kenaikan harga ke konsumen adalah jalan paling logis,” ujarnya.

“Kenaikan ini mungkin hanya permulaan. Jika kontrak DRAM kuartal keempat masih bullish, bukan tidak mungkin ponsel pesaing seperti Xiaomi dan OPPO akan mengikuti langkah serupa.”

Di sisi lain, konsumen kelas menengah—segmen yang selama ini menjadi andalan volume penjualan Samsung—mulai merasakan himpitan. Dengan inflasi umum yang belum sepenuhnya reda, tambahan beban Rp300.000–Rp500.000 per unit berpotensi mengalihkan minat ke merek lain atau menunda siklus upgrade.

Prospek ke Depan: Apakah Harga Akan Turun Lagi?

Proyeksi TrendForce menunjukkan pasokan DRAM baru dari ekspansi pabrik di Pyeongtaek (Korea) dan Taichung (Taiwan) baru akan terasa pada semester kedua 2026. Hingga saat itu, harga kemungkinan tetap tinggi. Samsung dalam pernyataannya menegaskan “terus memantau dinamika biaya dan akan menyesuaikan harga secara proporsional jika kondisi membaik.” Namun, analis meragukan penurunan harga akan terjadi dalam waktu dekat.

Dengan kenaikan berulang ini, konsumen dihadapkan pada dilema klasik: membeli sekarang sebelum harga naik lagi, atau menunggu dan berharap tekanan rantai pasok mereda. Sementara itu, ledakan permintaan memori dari pusat data AI—yang diprediksi tumbuh 200% year-on-year—terus menyedot kapasitas produksi yang ada, memastikan RAMageddon belum akan usai dalam waktu singkat.

[SOCIAL_TWEET]: Samsung kembali naikkan harga ponsel Galaxy, kali ini A17, A26, dan M16 kena 8-12%. RAMageddon makin menggigit. Apakah ini saatnya beli sebelum makin mahal? #Samsung #Galaxy #RAMageddon #Smartphone[SOCIAL_TG]: 📱 Samsung kembali kerek harga Galaxy: A17, A26, M16 naik 8–12% akibat RAMageddon. Efek domino dari kelangkaan chip memori. Harga baru berlaku mulai 15 Oktober. Detailnya: [link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User