Samsung Bawa Snapdragon ke Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2
Raksasa teknologi asal Korea Selatan akhirnya menepati janji untuk menghadirkan pembaruan besar di lini jam tangan pintar mereka. Dalam gelaran Unpacked terbaru, Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Wa...
Raksasa teknologi asal Korea Selatan akhirnya menepati janji untuk menghadirkan pembaruan besar di lini jam tangan pintar mereka. Dalam gelaran Unpacked terbaru, Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 — dua perangkat wearable yang menandai titik balik strategis dengan perpindahan mesin penggerak dari Exynos buatan sendiri ke platform Snapdragon dari Qualcomm. Keputusan ini bukan sekadar ganti pemasok komponen, melainkan sinyal kuat bahwa Samsung mendengarkan keluhan pengguna setia mereka tentang performa dan efisiensi baterai yang selama ini menjadi titik lemah Galaxy Watch.
Mengapa Perpindahan ke Snapdragon Begitu Krusial
Selama bertahun-tahun, Samsung membekali jam tangan pintarnya dengan prosesor Exynos W-series bikinan sendiri. Meski cukup mumpuni untuk tugas sehari-hari, chip tersebut kerap tertinggal dalam hal efisiensi daya dan performa komputasi dibandingkan kompetitor yang menggunakan platform Snapdragon Wear. Keluhan paling umum dari pengguna adalah daya tahan baterai yang sulit menembus dua hari penggunaan normal serta respons antarmuka yang kadang tersendat saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
Dengan Qualcomm Snapdragon W5 Gen 2 yang kini tertanam di kedua model baru, Samsung menjanjikan lompatan signifikan. Chipset ini dibangun di atas arsitektur 4nm yang jauh lebih hemat energi dibandingkan generasi sebelumnya. Ibarat mengganti mesin mobil dari teknologi lama ke hybrid modern — tenaganya lebih besar, tapi konsumsi bahan bakarnya justru lebih irit. Dalam angka konkret, Samsung mengklaim efisiensi daya meningkat hingga 35 persen untuk tugas komputasi ringan, dan kecepatan pemrosesan aplikasi naik sekitar 40 persen dibandingkan Galaxy Watch 8.
Galaxy Watch 9: Pembaruan yang Lebih Cerdas
Galaxy Watch 9 hadir dalam dua pilihan ukuran, 40mm dan 44mm, dengan layar Super AMOLED yang kini lebih terang hingga 2.500 nits — meningkat dari 2.000 nits di generasi sebelumnya. Peningkatan ini membuat jam tangan tetap mudah dibaca di bawah terik matahari, sebuah kebutuhan penting bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Bodi titanium grade 5 menjadi material utama, menggantikan aluminium, memberikan kesan premium sekaligus bobot yang lebih ringan.
Di sektor kesehatan, sensor BioActive generasi baru mampu membaca detak jantung, kadar oksigen darah, dan komposisi tubuh dengan akurasi yang diklaim 98 persen mendekati alat medis profesional. Fitur deteksi sleep apnea — gangguan tidur yang sering tidak disadari — kini mendapat sertifikasi dari otoritas kesehatan di lebih dari 30 negara. Samsung juga memperkenalkan algoritma AI Sleep Coach yang menganalisis pola tidur pengguna selama tujuh hari berturut-turut, lalu memberikan rekomendasi personal untuk meningkatkan kualitas istirahat.
Dari sisi perangkat lunak, Galaxy Watch 9 menjalankan One UI Watch 7 berbasis Wear OS 5.5. Integrasi dengan ekosistem Galaxy semakin erat — pengguna bisa langsung melanjutkan panggilan video dari ponsel ke jam tangan, atau menggunakan kamera ponsel sebagai viewfinder langsung dari pergelangan tangan. Harga Galaxy Watch 9 dipatok mulai Rp5.499.000 untuk varian Bluetooth dan Rp6.299.000 untuk varian LTE.
Galaxy Watch Ultra 2: Jam Tangan Tangguh untuk Petualang
Bagi mereka yang membutuhkan perangkat lebih ekstrem, Galaxy Watch Ultra 2 hadir dengan desain yang lebih kokoh dan fitur yang dirancang untuk aktivitas luar ruangan. Layar 1,5 inci dengan proteksi Sapphire Crystal dan bezel titanium membuat jam tangan ini tahan terhadap benturan dan goresan. Sertifikasi MIL-STD-810H memastikan perangkat mampu bertahan di suhu ekstrem minus 20 derajat hingga 55 derajat Celsius, serta kedalaman air hingga 100 meter — menjadikannya pendamping ideal untuk penyelam rekreasi.
Fitur unggulan Ultra 2 adalah mode Expedition yang memungkinkan pelacakan rute selama 72 jam nonstop dengan sekali pengisian daya. Mode ini memanfaatkan GPS dual-band (L1+L5) yang memberikan akurasi posisi hingga tingkat meter, bahkan di area dengan tutupan hutan lebat atau ngarai perkotaan. Tombol Quick Action oranye yang khas kini bisa diprogram untuk tiga fungsi berbeda berdasarkan tekanan tunggal, ganda, atau tahan lama — misalnya langsung memulai rekaman lari, mengirim sinyal darurat, atau mengaktifkan senter bawaan.
Kapasitas baterai Ultra 2 mencapai 600mAh, terbesar di kelasnya. Dalam penggunaan normal, Samsung mengklaim daya tahan hingga empat hari, sebuah pencapaian yang sulit ditandingi kompetitor di segmen jam tangan pintar premium. Harga Galaxy Watch Ultra 2 dipatok Rp9.999.000 untuk pasar Indonesia.
Ekosistem yang Semakin Terpadu
Kedua jam tangan ini bukan sekadar aksesoris terpisah, melainkan bagian integral dari ekosistem Galaxy yang terus berkembang. Fitur Seamless Device Handoff memungkinkan perpindahan audio dari Galaxy Buds ke Watch dan sebaliknya tanpa jeda. Data kesehatan yang dikumpulkan jam tangan otomatis tersinkronisasi ke Samsung Health di ponsel, tablet, bahkan kulkas Samsung Family Hub — menciptakan gambaran holistik tentang kondisi tubuh pengguna di berbagai titik interaksi sehari-hari.
Samsung juga mengumumkan kemitraan dengan beberapa penyedia layanan kesehatan di Asia Tenggara, memungkinkan data dari Galaxy Watch digunakan untuk konsultasi dokter jarak jauh. Ini merupakan langkah ambisius menjembatani perangkat konsumen dengan layanan kesehatan profesional — sebuah arah yang sejalan dengan tren digital health yang kian menguat pasca-pandemi.
Pre-order kedua perangkat dibuka hari ini dengan bonus berupa Galaxy Buds FE senilai Rp1.499.000 untuk 1.000 pemesan pertama. Pengiriman ke konsumen dijadwalkan mulai 28 Juli 2026. Dengan kombinasi prosesor baru yang efisien, sensor kesehatan yang lebih akurat, dan integrasi ekosistem yang lebih dalam, Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 menjadi penanda bahwa Samsung serius ingin memimpin, bukan sekadar mengikuti, di pasar jam tangan pintar global.
Comments (0)