Peserta San Fermin Terguling di Tengah Aduan Banteng Spanyol

Festival San Fermín yang legendaris di Pamplona, Spanyol, kembali diwarnai ketegangan. Seorang peserta dilaporkan terjatuh tepat di depan kawanan banteng a

Peserta San Fermin Terguling di Tengah Aduan Banteng Spanyol

Festival San Fermín yang legendaris di Pamplona, Spanyol, kembali diwarnai ketegangan. Seorang peserta dilaporkan terjatuh tepat di depan kawanan banteng aduan dari peternakan Victoriano del Río saat acara lari banteng (encierro) ketiga digelar pada Kamis, 9 Juli 2026. Momen menegangkan itu terekam jelas oleh lensa fotografer Associated Press, Miguel Oses, dan langsung menjadi perhatian global.

Kronologi Detik-detik Jatuhnya Peserta

Encierro pagi itu dimulai tepat pukul 08.00 waktu setempat. Enam banteng aduan beserta sejumlah ekor sapi penggiring dilepas dari kandang di jalan Santo Domingo, memulai jalur sepanjang 875 meter menuju arena Plaza de Toros. Ribuan peserta, mayoritas berbalut pakaian putih dan kain merah khas Pamplona, berlarian di depan dan di samping hewan-hewan bertanduk tajam itu.

  1. Pukul 08.02 WIB: Roket pertama dinyalakan, menandakan pintu kandang terbuka. Peserta berhamburan.
  2. Pukul 08.03 WIB: Di tikungan "Mercaderes", yang dikenal sebagai titik kritis, kerumunan tiba-tiba padat. Beberapa peserta kehilangan keseimbangan.
  3. Pukul 08.04 WIB: Seorang pria dewasa, diperkirakan berusia 35 tahun asal Britania Raya, tersandung kaki peserta lain. Ia terguling dan langsung dikepung oleh setidaknya tiga ekor banteng Victoriano del Río.
  4. Pukul 08.05 WIB: Banteng-banteng itu melompati dan menginjak tubuh korban. Satu tanduk sempat menyambar bagian punggung, merobek jaket putihnya, namun tidak terjadi tandukan fatal. Tim medis cepat bergerak.
  5. Pukul 08.06 WIB: Lari banteng berakhir di plaza dalam waktu 2 menit 30 detik. Korban dievakuasi dengan tandu ke Rumah Sakit Universitario de Navarra.
"Saya melihat dia jatuh tepat di depan banteng besar berwarna hitam. Saya kira kita akan menyaksikan kematian saat itu juga. Ajaibnya, banteng-banteng itu lebih fokus berlari. Namun tetap saja kakinya menginjak tubuh korban. Ini pengingat betapa brutalnya festival ini," tutur Carlos García, seorang saksi mata yang setiap tahun mengikuti encierro.

Kondisi Korban dan Riwayat Kecelakaan Festival

Juru bicara Rumah Sakit menyatakan korban mengalami patah tulang rusuk di tiga titik, trauma tumpul di punggung, serta luka robek di lengan kanan. Beruntung tidak ada cedera otak atau pendarahan dalam yang mengancam jiwa. Meski demikian, ia tetap berada dalam observasi ketat selama 48 jam ke depan.

Festival San Fermín yang dipopulerkan oleh novelis Ernest Hemingway ini memang terkenal akan atmosfernya yang memesona sekaligus mematikan. Sejak pencatatan modern dimulai pada 1910, setidaknya 16 orang telah meregang nyawa akibat tertanduk atau terinjak banteng tepat di rute encierro. Serempak ratusan orang mengalami luka-luka setiap tahunnya, mulai dari memar ringan hingga patah tulang serius. Pada edisi 2025, tercatat ada 87 peserta yang dilarikan ke rumah sakit selama delapan hari penyelenggaraan.

Kawanan dari peternakan Victoriano del Río yang baru pertama kali dijadwalkan tampil di musim 2026 ini dikenal memiliki bobot rata-rata di atas 580 kilogram dengan tanduk yang lebar dan runcing. Kehadiran mereka telah menimbulkan kekhawatiran sejak jadwal diumumkan oleh panitia. Para pelari veteran mengingatkan bahwa banteng dari peternakan ini memiliki insting menyerang yang lebih agresif ketika ada objek yang terjatuh.

Kontroversi dan Ragam Reaksi Global

Insiden terbaru ini kembali memanaskan polemik antara pelestarian tradisi dan gerakan kesejahteraan hewan. Organisasi internasional seperti PETA dan AnimaNaturalis langsung mengecam keras kejadian tersebut. Mereka menyoroti bukan hanya keselamatan manusia, tetapi juga penderitaan banteng yang nantinya akan dibunuh dalam pertarungan adu banteng (corrida) di sore harinya.

"Kejadian ini adalah gambaran sempurna kegilaan festival darah. Manusia terluka, dan hewan mati sia-sia. Pamplona seharusnya sudah mengakhiri tradisi abad pertengahan ini dan beralih ke perayaan budaya yang lebih manusiawi dan beradab," tulis AnimaNaturalis dalam pernyataan resminya.

Namun, Pemerintah Kota Pamplona dan warga lokal tetap mempertahankan bahwa ini adalah warisan budaya tak benda yang harus dilindungi. Lonjakan wisatawan setiap bulan Juli menjadi sumber pendapatan utama bagi perekonomian lokal. Ribuan hotel, restoran, dan bisnis kecil menggantungkan hidupnya pada denyar festival yang hanya berlangsung seminggu tersebut.

Sementara itu, Sobrino de Manuel, salah satu pejabat panitia penyelenggara, menjelaskan bahwa kejadian jatuh adalah risiko yang sudah disosialisasikan dengan keras. "Kami selalu mengumumkan peringatan dalam empat bahasa sebelum lari dimulai. Jika Anda minum alkohol, jangan ikut lari. Jika Anda tidak dalam kondisi fisik prima, jangan ikut lari. Tetapi tetap saja ada yang nekat. Keselamatan adalah tanggung jawab pribadi," tegasnya.

Malam harinya, di Plaza de Toros, suasana kembali riuh. Banteng-banteng yang tadi pagi menginjak peserta encierro akhirnya tewas di tangan matador. Sorakan dan siulan pro-kontra membaur menjadi satu. Pamplona terus berdenyut dalam pelukan kontroversi antara modernitas dan tradisi, antara nyawa manusia dan keperkasaan banteng.

[SOCIAL_TWEET]: Momen mengerikan di San Fermín! Seorang peserta terjungkal di depan kawanan banteng Victoriano del Río. Dijajal tanduk dan diinjak, beruntung nyawanya selamat. Lari banteng memang bukan sekadar adrenalin, tapi juga tamparan realitas. #SanFermin #RunningOfTheBulls #Pamplona[SOCIAL_TG]: 🇪🇸 Tensi Pamplona: Seorang pelari encierro terjatuh dan diinjak banteng Victoriano del Río dalam festival San Fermín hari ketiga. Alami patah tulang rusuk, nyawa terselamatkan. Polemik tradisi adu banteng kembali memanas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User