Patung Joe Carter di Toronto hingga Sisi Jahat Kucing

Toronto, Kanada — Dua kabar menarik datang dari penjuru dunia dalam sepekan terakhir. Di Toronto, klub baseball Toronto Blue Jays resmi unveiled patung per

Patung Joe Carter di Toronto hingga Sisi Jahat Kucing

Toronto, Kanada — Dua kabar menarik datang dari penjuru dunia dalam sepekan terakhir. Di Toronto, klub baseball Toronto Blue Jays resmi unveiled patung perunggu untuk menghormati legenda Joe Carter dan gelar juara World Series 1992 serta 1993. Sementara itu, sebuah penelitian terbaru mengungkap sisi lain perilaku kucing yang selama ini jarang diketahui pemilik hewan: tidak semua aksi grooming atau saling menjilat antar kucing adalah tanda kasih sayang, melainkan kadang hanya strategi untuk mengusik kucing lain agar pindah dari tempat favorit.

Joe Carter Diabadikan Lewat Patung Perunggu

Manajemen Toronto Blue Jays pada akhir pekan lalu meresmikan patung perunggu setinggi hampir empat meter di plaza luar Rogers Centre. Patung tersebut menggambarkan momen ikonik ketika Joe Carter melompat dengan tangan terangkat ke udara setelah memukul home run di game keenam World Series 1993 melawan Philadelphia Phillies. Momen bersejarah itu mengantar Blue Jays menjadi juara dunia Major League Baseball untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Joe Carter, yang kini berusia 65 tahun, hadir langsung dalam acara peresmian bersama mantan manajer Cito Gaston. Keduanya tampak sumringah ketika berpose untuk foto di depan patung yang menampilkan gestur legendaris sang pemukul andalan tersebut. Momen ini menjadi bagian dari peringatan 30 tahun kemenangan Blue Jays di pentas baseball tertinggi Amerika Serikat.

"Momen home run itu mengubah hidup saya dan mengubah hidup seluruh kota Toronto. Patung ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang seluruh tim, seluruh fans, dan seluruh komunitas yang mendukung kami selama ini," ujar Carter dalam pidato peresmiannya.

Patung anyar tersebut kini berdiri di area plaza luar Rogers Centre, melengkapi deretan patung pemain legendaris yang telah lebih dulu dipajang. Pengunjung dan penggemar dapat melihat serta berfoto dengan patung baru ini secara gratis setiap hari. Manajemen Blue Jays berharap patung ini menjadi destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Toronto.

Manajer Blue Jays saat ini menilai patung tersebut sebagai bentuk penghormatan yang sangat layak bagi kontribusi Carter sepanjang kariernya bersama klub.

"Joe Carter adalah salah satu pemain paling ikonik dalam sejarah franchise ini. Momen home run-nya adalah salah satu momen paling berkesan sepanjang sejarah Major League Baseball. Patung ini akan mengingatkan generasi mendatang tentang kehebatan tim kami," kata John Schneider.

Kucing dan Sisi 'Jahat' yang Jarang Diketahui

Dari dunia perilaku hewan, sebuah riset terbaru mengungkap fakta yang cukup mengejutkan para pencinta kucing. Selama ini, banyak pemilik kucing yang menganggap aksi satu kucing menjilat atau merawat kucing lainnya sebagai tanda kasih sayang dan ikatan emosional. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa motif di balik perilaku tersebut tidak selalu se-romantis yang dibayangkan.

Menurut para peneliti perilaku hewan, kucing ternyata juga menggunakan perilaku grooming — yang dalam istilah ilmiah disebut allogrooming — sebagai alat untuk mengusir atau mengganggu kucing lain. Dalam sejumlah kasus, seekor kucing akan menjilat telinga atau leher kucing lain bukan karena cinta, melainkan karena ingin mengusiknya agar pindah dari sofa atau tempat tidur favorit.

"Kadang seekor kucing akan menjilat kucing lain bukan karena sayang, tapi karena ingin kucing tersebut pindah dari spot yang lebih nyaman. Mereka cukup pintar menggunakan grooming sebagai bentuk tekanan sosial," ujar Dr. Sarah Ellis, ahli perilaku kucing dari International Cat Care.

Studi ini dilakukan dengan mengamati interaksi antar kucing di berbagai lingkungan, mulai dari rumah tangga dengan banyak kucing hingga kafe-kafe kucing yang populer di berbagai negara. Hasilnya cukup membuka mata: sekitar 30 hingga 40 persen interaksi grooming antar kucing ternyata didorong oleh motif yang jauh dari kata romantis, melainkan lebih kepada perebutan sumber daya atau sekadar menunjukkan dominasi.

Para peneliti kemudian membagi perilaku grooming kucing ke dalam beberapa kategori utama:

  • Grooming afektif — tindakan membersihkan yang didasari kasih sayang dan ikatan sosial antar kucing
  • Grooming agresif — digunakan untuk menunjukkan dominasi atau mengusir kucing lain dari suatu area
  • Grooming solicitous — ketika seekor kucing secara aktif meminta untuk dijilat atau dirawat oleh kucing lain

Para pemilik kucing disarankan untuk tidak langsung mengartikan setiap aksi grooming sebagai tanda cinta murni. Perhatikan konteks, posisi tubuh, ekspresi wajah, dan reaksi kucing yang dijilat untuk memahami motif sebenarnya di balik perilaku tersebut.

Pelajaran dari Dua Kabar Berbeda

Kedua kabar ini, meski datang dari topik yang sangat berbeda — dunia olahraga profesional dan perilaku hewan peliharaan — menunjukkan satu kesamaan menarik. Setiap peristiwa, baik yang monumental maupun yang terlihat sepele, selalu menyimpan cerita menarik di baliknya. Toronto Blue Jays membuktikan bahwa momen bersejarah layak diabadikan lintas generasi, sementara kucing membuktikan bahwa mereka tetap menjadi makhluk penuh misteri yang terus membuat manusia penasaran dan meneliti.

[SOCIAL_TWEET]: Patung Joe Carter resmi unveiled di Rogers Centre untuk memperingati 30 tahun gelar World Series Blue Jays 1992-1993. Sementara itu, riset baru mengungkap sisi 'jahat' perilaku grooming kucing. #TorontoBlueJays #Kucing #WorldSeries [SOCIAL_TG]: 📰 KILAS BERITA INTERNASIONAL ⚾ Toronto Blue Jays unveils patung Joe Carter untuk memperingati 30 tahun gelar World Series 1992-1993. 🐱 Riset terbaru: kucing grooming bukan selalu tanda kasih sayang, kadang motifnya ingin mengusir kucing lain! #BeritaLuarNegeri #BlueJays #Kucing

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User