Mentan Amran Warning: Jangan Salah, SPPG Beli dari Peternak Langsung

Pasar komoditas peternakan dalam negeri tengah mengalami turbulensi yang cukup mengkhawatirkan. Harga telur dan daging ayam broiler di tingkat peternak terus merosot hingga menyentuh titik nadir yang ...

Mentan Amran Warning: Jangan Salah, SPPG Beli dari Peternak Langsung

Pasar komoditas peternakan dalam negeri tengah mengalami turbulensi yang cukup mengkhawatirkan. Harga telur dan daging ayam broiler di tingkat peternak terus merosot hingga menyentuh titik nadir yang memberatkan para pelaku usaha kecil dan menengah. Di tengah situasi yang semakin tidak menentu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman angkat bicara dengan memberikan peringatan tegas sekaligus mengungkap langkah strategis yang akan ditempuh pemerintah untuk menstabilkan kondisi ini.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, surplus produksi menjadi biang keladi merosotnya harga jual. Dalam beberapa bulan terakhir, populasi ayam broiler dan layer mengalami lonjakan signifikan yang tidak diimbangi dengan permintaan pasar. Kondisi ini diperburuk oleh terbatasnya akses distribusi ke berbagai daerah serta daya beli masyarakat yang masih berada dalam tekanan. Menurut data Kementerian Pertanian, kelebihan pasokan mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan, sehingga harga jual di tingkat peternak seringkali berada di bawah biaya produksi.

Membedah Akar Masalah: Surplus dan Distribusi yang Tersendat

Amran Sulaiman tidak menutup-nutupi bahwa ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi menjadi musuh utama yang harus segera dilumpuhkan. "Kita tidak boleh tutup mata bahwa sistem tata niaga yang ada saat ini masih menyisakan banyak celah," tegasnya dalam sebuah pertemuan dengan para pemangku kebijakan. Rantai pasok yang terlalu panjang membuat disparitas harga antara tingkat peternak dan konsumen akhir begitu lebar. Di satu sisi peternak merugi, di sisi lain konsumen tidak menikmati selisih harga yang signifikan.

Permasalahan distribusi juga memainkan peran kunci. Banyak wilayah yang seharusnya menjadi penyerap produksi justru kekurangan pasokan akibat infrastruktur logistik yang tidak memadai. Akibatnya, surplus terpusat di sentra-sentra peternakan dan harga pun tertekan habis-habisan. Amran menggarisbawahi perlunya perombakan menyeluruh pada sistem distribusi agar aliran komoditas bisa lebih merata dan efisien.

Strategi Pembelian Langsung: Memotong Rantai Pasok yang Tidak Perlu

Sebagai respons cepat, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menginstruksikan agar Satuan Pelaksana Pengadaan Gabungan (SPPG) melakukan pembelian telur dan daging ayam langsung dari peternak, tanpa perantara yang tidak memberikan nilai tambah. Langkah ini diyakini akan memangkas biaya yang tidak perlu dan memberikan harga yang lebih adil kepada para produsen. "Jangan sampai ada yang salah kaprah. Beli langsung dari peternak, bukan dari tengkulak atau spekulan," ujar Amran dengan nada serius.

SPPG yang merupakan bagian dari ekosistem logistik pangan strategis pemerintah akan menjadi ujung tombak dalam implementasi kebijakan ini. Dengan dukungan dari Badan Urusan Logistik dan lembaga terkait lainnya, SPPG akan menyerap hasil produksi peternak dalam jumlah besar untuk selanjutnya disalurkan ke berbagai program bantuan pangan maupun kebutuhan institusi. Mekanisme ini sekaligus menjaga agar harga di tingkat peternak tidak jatuh lebih dalam, sekaligus memastikan kualitas produk yang didistribusikan tetap terjaga.

Kebijakan ini juga mencakup pengawasan ketat terhadap pelaksanaan di lapangan. Amran menekankan bahwa tidak boleh ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dari skema ini. Setiap transaksi akan dicatat secara transparan dan diaudit secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan wewenang. Pemerintah bahkan membuka kanal pengaduan bagi para peternak yang merasa dirugikan atau menemukan kejanggalan dalam proses pembelian.

Dampak dan Respons dari Pelaku Industri

Langkah pembelian langsung ini mendapatkan sambutan yang beragam dari kalangan peternak dan pengusaha unggas. Sebagian besar peternak mandiri menyambut baik kebijakan ini karena mereka akan memiliki alternatif pasar selain melalui tengkulak yang kerap mempermainkan harga. "Ini angin segar bagi kami. Selama ini peternak kecil seperti kami sering menjadi korban permainan harga oleh tengkulak," ujar seorang peternak ayam petelur di Blitar yang menjadi sentra produksi telur nasional.

Namun di sisi lain, para integrator besar dan pelaku usaha pengumpul menengah mengaku khawatir jika skema ini tidak dijalankan dengan proporsional. Mereka berharap pemerintah tetap melibatkan sektor swasta dalam rantai pasok agar tidak terjadi monopoli oleh lembaga negara. Menanggapi hal ini, Kementerian Pertanian memastikan bahwa peran swasta tetap dihargai dan kebijakan pembelian langsung hanya bersifat intervensi sementara untuk menstabilkan harga, bukan untuk menggantikan mekanisme pasar secara permanen.

Rencana Jangka Panjang dan Digitalisasi

Selain intervensi jangka pendek, Amran juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan peta jalan yang lebih komprehensif untuk sektor peternakan. Rencana ini mencakup perbaikan sistem data populasi dan produksi peternakan secara real-time, pengembangan infrastruktur rantai dingin, serta perluasan akses pasar ekspor sebagai katup pengaman ketika terjadi surplus di dalam negeri.

Transformasi digital juga menjadi fokus utama. Kementerian Pertanian akan meluncurkan platform yang menghubungkan peternak langsung dengan pembeli, baik dari kalangan institusi pemerintah maupun swasta, sehingga transparansi harga dan akses pasar bisa terwujud secara lebih merata. Dengan platform ini, diharapkan tidak ada lagi informasi asimetris yang menjadi celah bagi tengkulak untuk bermain di luar batas kewajaran.

Pemerintah optimistis bahwa kombinasi antara kebijakan pembelian langsung, perbaikan infrastruktur, dan digitalisasi akan mampu menciptakan ekosistem peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Namun Amran juga mengingatkan bahwa keberhasilan seluruh rencana ini sangat bergantung pada kedisiplinan dan komitmen semua pihak yang terlibat. Ia menegaskan tidak akan segan untuk menindak tegas siapa pun yang mencoba menyabotase upaya pemulihan harga komoditas peternakan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User