Mateta Gagal Batalkan Kontrak di Crystal Palace, Sengketa Makin Dalam
Jean-Philippe Mateta gagal dalam upayanya membatalkan tahun terakhir kontraknya bersama Crystal Palace. Sengketa antara striker asal Prancis itu dan klub L
Jean-Philippe Mateta gagal dalam upayanya membatalkan tahun terakhir kontraknya bersama Crystal Palace. Sengketa antara striker asal Prancis itu dan klub London kini semakin dalam setelah dua jalur hukum yang ditempuhnya berakhir dengan kekalahan.
Striker berusia 29 tahun itu menginginkan kepindahan dan menilai tahun terakhir masa baktinya di Selhurst Park tidak sah. Namun upayanya ditolak oleh pengadilan arbitrase independen Premier League, sementara klaimnya ke FIFA juga kandas karena badan sepak bola dunia itu menilai tidak memiliki wewenang menangani perkara tersebut.
Kronologi Sengketa Kontrak
Kisah ini berawal pada Januari 2022, ketika Mateta resmi dikontrak permanen oleh Crystal Palace dari Mainz setelah sebelumnya menjalani masa pinjaman. Kesepakatan itu berdurasi empat setengah tahun dan menyertakan opsi perpanjangan 12 bulan yang menjadi hak klub.
Opsi perpanjangan tersebut kemudian diaktifkan oleh Palace pada 2024. Dengan begitu, kontrak Mateta seharusnya baru berakhir pada akhir musim ini. Namun Mateta dan kuasa hukumnya membantah keabsahan perpanjangan tersebut, dengan alasan yang sejauh ini tidak diungkap secara terbuka ke publik.
Kalah di Pengadilan dan FIFA
Sengketa ini lantas dibawa ke pengadilan arbitrase independen di bawah regulasi Premier League pada musim lalu. Hasil resmi persidangan itu memang tidak pernah diumumkan secara terbuka, tetapi Crystal Palace bersikukuh bahwa kontrak sang pemain tetap sah dan mengikat.
Crystal Palace menegaskan bahwa kontrak Mateta tetap mengikat, dan sang striker tetap menjadi bagian dari skuad utama klub.
Setelah gagal di level Premier League, Mateta mencoba jalur lain dengan mengajukan klaim ke FIFA. Namun badan pengatur sepak bola dunia itu menolak klaimnya dengan alasan tidak memiliki yurisdiksi atas perselisihan tersebut. Dua kekalahan beruntun itu membuat posisi tawar Mateta semakin lemah.
- Mateta menandatangani kontrak 4,5 tahun dengan Palace pada Januari 2022
- Opsi perpanjangan 12 bulan diaktifkan klub pada 2024
- Striker Prancis itu menggugat keabsahan perpanjangan ke pengadilan Premier League
- FIFA menolak klaim Mateta karena dianggap tak berwenang
Implikasi Hukum dan Bursa Transfer
Kekalahan di pengadilan arbitrase memiliki konsekuensi besar bagi Mateta. Dengan perpanjangan kontrak yang dinyatakan sah, ia tidak bisa meninggalkan Palace tanpa persetujuan klub. Satu-satunya jalan keluar sebelum bursa transfer ditutup hanyalah negosiasi kesepakatan transfer antara Palace dan klub peminat.
Jika tidak ada kesepakatan tercapai, Mateta harus menjalani sisa musim ini di Selhurst Park. Namun memasuki bursa transfer musim panas berikutnya, ia berpotensi menjadi pemain bebas transfer karena kontraknya akan habis secara alami. Situasi inilah yang membuat klub-klub peminat terus mengamati perkembangan kasus ini.
Karier Cemerlang di Selhurst Park
Sejak tiba di Selhurst Park, Mateta berkembang menjadi salah satu penyerang andalan Palace. Puncak performanya terjadi pada musim 2023-24 ketika ia mencatatkan torehan gol dua digit di Premier League dan menjadi tumpuan utama lini depan tim.
Karier internasionalnya juga menanjak. Mateta menjadi bagian dari tim nasional Prancis yang meraih medali emas di Olimpiade, prestasi yang semakin menaikkan pamornya di kancah sepak bola Eropa. Tak heran jika banyak klub disebut tertarik memboyongnya, dan sang pemain pun dikabarkan ingin segera pindah.
Masih Dimainkan di Tengah Sengketa
Menariknya, sengketa ini tidak menghentikan Mateta untuk tampil di lapangan. Pada Sabtu lalu, ia tetap bermain membela Crystal Palace dalam laga yang berakhir dengan kekalahan timnya dari Everton. Kondisi ini menunjukkan hubungan profesional antara pemain dan klub masih berjalan, setidaknya di atas rumput.
Perwakilan Mateta telah dimintai keterangan terkait perkembangan terbaru sengketa ini. Hingga berita ini ditulis, belum ada respons resmi yang disampaikan ke publik.
Nasib Mateta di Ujung Tanduk
Situasi ini menjadi teka-teki menarik di bursa transfer. Palace tentu tidak ingin kehilangan pemain sekelas Mateta tanpa kompensasi, sementara sang pemain menginginkan kepastian masa depan secepatnya. Dengan kontrak yang masih mengikat hingga akhir musim, kemungkinan terbesar adalah Mateta bertahan dan menjalani musim terakhirnya di London.
Di sisi lain, Palace juga berkepentingan menjaga performa Mateta tetap prima, mengingat lini serangnya masih bergantung pada gol-gol sang penyerang asal Prancis tersebut.
Sampai ada kesepakatan baru antara kedua belah pihak, semua spekulasi akan terus bergulir. Namun satu hal yang sudah pasti: posisi Mateta saat ini terikat kuat pada kontraknya, dan jalan keluar dari situasi ini hanya bisa ditempuh lewat negosiasi, bukan lewat ruang sidang.
[SOCIAL_TWEET]: Mateta gagal batalkan kontrak di Crystal Palace! Kalah di pengadilan Premier League dan klaim ke FIFA pun ditolak. Striker Prancis itu masih terikat hingga akhir musim. 🏟️⚽[SOCIAL_TG]: Mateta ingin hengkang dari Crystal Palace, tapi dua jalur hukum gagal: kalah di pengadilan Premier League, klaim FIFA ditolak. Kontraknya tetap mengikat hingga akhir musim. Detail di Terdepan.id.
Comments (0)