Kecelakaan Pesawat Amfibi Kenmore Air di Washington Tewaskan 11 Penumpang

Kecelakaan pesawat amfibi komersial terjadi di lepas pantai Kepulauan San Juan, negara bagian Washington, Amerika Serikat, pada Kamis malam (23/7). Sebuah pesawat jenis floatplane milik maskapai Kenmo...

Kecelakaan Pesawat Amfibi Kenmore Air di Washington Tewaskan 11 Penumpang

Kecelakaan pesawat amfibi komersial terjadi di lepas pantai Kepulauan San Juan, negara bagian Washington, Amerika Serikat, pada Kamis malam (23/7). Sebuah pesawat jenis floatplane milik maskapai Kenmore Air yang membawa sebelas penumpang dan seorang pilot dilaporkan jatuh di perairan sekitar Pulau Sucia. Seluruh korban di dalam pesawat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah operasi pencarian yang melibatkan banyak pihak.

Insiden nahas ini bermula saat pesawat dengan nomor penerbangan komersial itu lepas landas dari pangkalan udara air Lake Union di Seattle sekitar pukul 18.15 waktu setempat. Tujuannya adalah Pelabuhan Roche di Pulau San Juan, destinasi wisata populer yang hanya berjarak sekitar 120 kilometer di utara Seattle. Penerbangan singkat tersebut seharusnya memakan waktu 45 menit, namun kontak dengan pesawat terputus secara tiba-tiba saat melintasi kawasan Pulau Orcas.

Detik-Detik Hilangnya Pesawat

Data dari pelacak penerbangan menunjukkan bahwa sinyal transponder pesawat menghilang sekitar pukul 18.50 waktu setempat, sekitar 20 mil laut dari Pulau Sucia. Seorang warga di Pulau Orcas yang tidak ingin disebutkan namanya melaporkan mendengar bunyi dentuman keras diiringi kilatan cahaya di langit senja. "Saya pikir itu petir, tapi kemudian saya sadar tidak ada badai. Suara itu sangat mengerikan," ujarnya kepada media setempat.

Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard) menerima laporan darurat tersebut dan segera mengerahkan tim pencarian yang terdiri dari kapal cepat, helikopter Sikorsky MH-60 Jayhawk, serta pesawat amfibi lain untuk menyisir area. Puing-puing pertama—berupa bagian sayap dan kursi penumpang—ditemukan mengambang di perairan dangkal dekat garis pantai selatan Pulau Sucia, yang terkenal sebagai kawasan konservasi alam.

Upaya Pencarian dan Evakuasi

Tim penyelam dari kepolisian negara bagian Washington diterjunkan karena badan utama pesawat diduga tenggelam di kedalaman sekitar 40 meter. Peralatan sonar dan remotely operated vehicle (ROV) juga digunakan untuk memetakan lokasi bangkai. Hingga Jumat pagi, seluruh 12 jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke daratan untuk proses identifikasi. Pihak berwenang telah menghubungi keluarga korban melalui data manifes penerbangan.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin 10 knot—masih dalam batas aman untuk penerbangan visual. Meski begitu, beberapa saksi menyebutkan adanya kabut tipis yang mulai turun menjelang malam. Badan Meteorologi setempat mengonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda cuaca ekstrem pada jam tersebut.

Pernyataan Maskapai dan Otoritas

Manajemen Kenmore Air merilis pernyataan resmi pada Jumat pagi. "Kami sangat berduka atas kehilangan para penumpang dan rekan pilot kami. Ini adalah tragedi yang tak terbayangkan bagi keluarga besar Kenmore Air. Kami berkomitmen mendukung penuh proses investigasi," demikian kutipan pernyataan yang dirilis melalui situs resmi maskapai. Kenmore Air juga menghentikan sementara seluruh operasi penerbangan amfibinya hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengirimkan tim investigasi beranggotakan tujuh orang yang tiba di lokasi pada Jumat siang. Mereka akan mengumpulkan bukti, menganalisis rekaman komunikasi pilot dengan menara kontrol, serta mencari kemungkinan keberadaan alat perekam data penerbangan. Juru bicara NTSB mengatakan bahwa laporan awal mengenai penyebab kecelakaan diperkirakan akan dipublikasikan dalam 30 hari ke depan. "Kami mengimbau publik untuk tidak berspekulasi. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan insiden seperti ini—mulai dari masalah mekanis, cuaca, hingga faktor manusia," tegasnya.

Latar Belakang Kenmore Air dan Armada Floatplane

Kenmore Air adalah maskapai penerbangan legendaris yang berdiri sejak 1946 dan berbasis di Kenmore, Washington. Maskapai ini khusus mengoperasikan pesawat amfibi untuk melayani rute wisata, kargo ringan, dan transportasi penduduk pulau di kawasan Puget Sound dan Kepulauan San Juan. Selama lebih dari 75 tahun beroperasi, Kenmore Air memiliki reputasi keselamatan yang sangat baik.

Pesawat yang jatuh diidentifikasi sebagai de Havilland Canada DHC-3 Otter, sebuah pesawat amfibi bermesin tunggal berkapasitas 10–14 penumpang. Dikenal sebagai "truk terbang", DHC-3 Otter telah menjadi andalan di wilayah pedesaan Alaska dan Kanada selama puluhan tahun karena kemampuannya lepas landas dan mendarat di perairan pendek. Sebagian besar armada DHC-3 Kenmore Air telah dimodernisasi dengan mesin turboprop yang lebih bertenaga dan efisien.

Insiden ini menjadi kecelakaan fatal pertama yang melibatkan Kenmore Air sejak tahun 1990-an, dan langsung memicu diskusi tentang protokol keselamatan penerbangan amfibi komersial. Meskipun Federal Aviation Administration (FAA) mencatat bahwa kecelakaan floatplane komersial sangat jarang terjadi—kurang dari 1 per 100.000 jam terbang—tragedi ini tetap menimbulkan pertanyaan tentang prosedur operasional di rute-rute terpencil.

Dampak pada Pariwisata dan Komunitas Lokal

Kepulauan San Juan, tujuan wisata unggulan di Pacific Northwest, sangat bergantung pada layanan penerbangan amfibi untuk konektivitas antar pulau dan dari daratan utama. Kecelakaan ini menyebabkan pembatalan puluhan penerbangan dan menimbulkan kecemasan di kalangan wisatawan. Asosiasi pariwisata setempat menyatakan solidaritas terhadap para korban dan berharap penyebab kecelakaan segera terungkap agar kepercayaan publik kembali pulih.

Para penyintas dan komunitas lokal di Pulau Orcas dan San Juan menggelar doa bersama pada Jumat malam, menyalakan lilin di dermaga sebagai penghormatan bagi para korban. Sebuah pusat krisis juga didirikan untuk memberikan dukungan psikologis bagi keluarga dan saksi mata.

Investigasi menyeluruh dijanjikan oleh NTSB, dengan melibatkan pakar dari Transport Canada dan pabrikan mesin Pratt & Whitney. Semua mata kini tertuju pada kotak hitam pesawat—seandainya berhasil ditemukan dan diambil dari kedalaman laut—untuk mengungkap detik-detik terakhir sebelum tragedi ini merenggut selusin nyawa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User