Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 Resmi Meluncur, Samsung Beralih ke Snapdragon

Samsung kembali menggebrak panggung Unpacked tidak hanya dengan trio ponsel lipat andalannya, tetapi juga dengan tiga model jam tangan pintar anyar yang siap mengisi lini wearable mereka: Galaxy Watch...

Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 Resmi Meluncur, Samsung Beralih ke Snapdragon

Samsung kembali menggebrak panggung Unpacked tidak hanya dengan trio ponsel lipat andalannya, tetapi juga dengan tiga model jam tangan pintar anyar yang siap mengisi lini wearable mereka: Galaxy Watch 9, Galaxy Watch Ultra 2, dan Galaxy Watch Active. Bukan sekadar penyegaran tahunan, generasi kali ini membawa perubahan fundamental yang mungkin terlewat oleh mata awam, namun akan terasa nyata di pergelangan tangan Anda: Samsung secara resmi mengubur chipset Exynos buatan sendiri dan beralih ke platform Snapdragon dari Qualcomm untuk jam tangan pintar mereka.

Mengapa Peralihan ke Snapdragon Ini Penting?

Ibarat mengganti jantung sebuah kendaraan, perpindahan dari Exynos ke Snapdragon W5 Gen 2 (generasi kedua platform Snapdragon untuk wearable) merupakan langkah strategis yang akan menentukan pengalaman pengguna dalam jangka panjang. Selama bertahun-tahun, Exynos di jam tangan Samsung kerap dikritik karena efisiensi daya yang kurang optimal dan performa komputasi yang tertinggal dibandingkan pesaing. Dengan mengadopsi Snapdragon, Samsung kini memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk menjalankan beragam inovasi, terutama di ranah AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan) seperti pemantauan kesehatan real-time, analisis tidur mendalam, dan deteksi jatuh yang lebih responsif. Chipset ini dibangun dengan fabrikasi 4 nm yang tidak hanya membuatnya berlari lebih kencang, tetapi juga menghirup daya baterai jauh lebih sedikit. Bagi pengguna sehari-hari, ini artinya jam tangan tidak akan lagi ngelag saat membuka aplikasi atau berganti-ganti watch face, plus daya tahan baterai yang bisa lebih panjang tanpa mengorbankan fitur canggih.

Spesifikasi dan Tiga Wajah Baru Samsung Wearables

Samsung memecah lini menjadi tiga segmen yang jelas. Galaxy Watch 9 hadir dalam dua varian ukuran 40 mm dan 44 mm, menggunakan material aluminium ringan, layar Super AMOLED dengan tingkat kecerahan puncak 2.000 nit, serta ketahanan air IP68 dan standar militer MIL-STD-810H. Sensor kesehatannya warisan dari seri sebelumnya kini ditenagai algoritma yang lebih presisi: pemantau detak jantung optik, sensor SpO2, EKG (elektrokardiogram), dan bahkan pemantau tekanan darah yang sudah mendapat izin di sejumlah negara. Watch 9 dipasok RAM 2 GB dan memori internal 16 GB, cukup untuk menyimpan lagu atau hasil rekaman detak jantung selama sebulan penuh. Daya tahan baterai dalam penggunaan normal diklaim bisa mencapai 40 jam.

Di kasta tertinggi, Galaxy Watch Ultra 2 menjadi jawaban Samsung untuk para petualang dan atlet ekstrem. Bodinya dari titanium kelas aerospace dengan layar safir 47 mm yang mampu menyala hingga 3.000 nit — memudahkan pembacaan di bawah terik matahari. Selain tahan air hingga 100 meter, perangkat ini dilengkapi sirine darurat (safety siren) dan GPS dual-frekuensi (L1+L5) yang memungkinkan pelacakan lokasi di medan sulit lebih akurat. Baterai 590 mAh yang dipadukan efisiensi Snapdragon mampu bertahan hingga 72 jam dalam mode hemat daya, cukup untuk perjalanan akhir pekan tanpa membawa pengisi daya. Sementara itu, Galaxy Watch Active menargetkan pengguna yang mengutamakan kebugaran harian dengan desain paling ringan, tanpa mengorbankan sensor inti dan tetap menjalankan platform Snapdragon yang sama.

Harga dan Ketersediaan di Pasar

Untuk pasar Indonesia, meski detail resmi masih dalam konfirmasi, bocoran harga memprediksi Galaxy Watch 9 akan dibanderol mulai dari Rp4,5 juta untuk varian 40 mm versi Bluetooth-only. Galaxy Watch Ultra 2 diproyeksikan menembus angka Rp9 juta, sebanding dengan material premium dan fitur navigasi yang dibawanya. Adapun Galaxy Watch Active kemungkinan menjadi opsi paling terjangkau di kisaran Rp3 jutaan. Masa pre-order dikabarkan dibuka pada akhir Juli 2026, dengan ketersediaan ritel pada pekan kedua Agustus.

Dampak Nyata di Pergelangan Tangan Anda

Pertanyaan terbesarnya: apa arti semua ini bagi kehidupan Anda sehari-hari? Dengan Snapdragon, fungsi-fungsi berbasis AI seperti analisis komposisi tubuh (BIA), pelacakan latihan otomatis, dan pelatih tidur yang memberikan skor serta saran perbaikan, semuanya berjalan secara lokal di perangkat. Artinya, data Anda tidak perlu dikirim ke server awan untuk diproses, menjaga privasi sekaligus mempercepat hasil. Respon layar sentuh pun lebih instan, membuat navigasi antar menu sehalus smartphone kelas atas. Ibarat memiliki asisten kesehatan pribadi yang tidak pernah lelah, Watch 9 dan Ultra 2 mampu mendeteksi fibrilasi atrium (gangguan irama jantung) dan mengingatkan Anda sebelum gejala serius muncul. Integrasi dengan ekosistem Galaxy juga semakin mulus: Anda bisa mengontrol kamera ponsel lipat atau tablet Samsung langsung dari jam, menerima notifikasi penting tanpa harus mengangkat telepon, dan bahkan membayar dengan Samsung Wallet melalui NFC. Peralihan ke Snapdragon bukan sekadar gimmick pemasaran, melainkan lompatan teknologi yang membuat jam tangan pintar Samsung tidak hanya menjadi aksesori, namun mitra kesehatan dan produktivitas yang lebih andal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User