Figo Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026
Pendapat datang dari salah satu ikon sepak bola dunia. Luis Figo, gelandang legendaris asal Portugal yang pernah menyabet penghargaan individu paling prestisius, Ballon d'Or, pada tahun 2000, secara t...
Pendapat datang dari salah satu ikon sepak bola dunia. Luis Figo, gelandang legendaris asal Portugal yang pernah menyabet penghargaan individu paling prestisius, Ballon d'Or, pada tahun 2000, secara terbuka menyebut Prancis sebagai tim dengan potensi terbesar untuk keluar sebagai juara Piala Dunia 2026. Pernyataan ini menjadi sorotan karena datang dari sosok yang pernah merasakan kerasnya persaingan di level tertinggi, baik bersama klub elite seperti Real Madrid, Barcelona, dan Inter Milan, maupun bersama tim nasional Portugal yang ia pimpin hingga final Piala Eropa 2004.
Figo, yang kini aktif sebagai pengamat dan penasihat sepak bola, tidak sekadar melontarkan prediksi kosong. Ia mendasarkan pandangannya pada analisis mendalam terhadap komposisi skuad, filosofi permainan, dan stabilitas yang dimiliki Les Bleus. Pengalamannya sebagai pemain yang pernah berhadapan langsung dengan generasi emas Prancis di era Zinedine Zidane membuat penilaiannya semakin berbobot. Kini, ia melihat fondasi yang dibangun pelatih Didier Deschamps telah menghasilkan mesin tim yang sangat sulit ditaklukkan.
Mengapa Figo Memilih Les Bleus
Menurut mantan kapten timnas Portugal itu, kunci utama keunggulan Prancis terletak pada kombinasi sempurna antara talenta muda yang meledak-ledak dan para pemain senior yang penuh pengalaman. Figo menyoroti bagaimana regenerasi di tubuh Les Bleus berjalan nyaris tanpa cela. Ketika pemain seperti Kylian Mbappé kini berada di puncak kematangan dan memegang ban kapten, masih ada sosok seperti Antoine Griezmann yang menjadi jembatan taktis di lini tengah, serta gelandang-gelandang muda seperti Eduardo Camavinga dan Aurélien Tchouaméni yang sudah terbukti mampu bersaing di level tertinggi.
Lebih lanjut, Figo menekankan kedalaman skuad Prancis yang ia nilai sebagai yang terbaik di dunia saat ini. Di setiap posisi, Deschamps memiliki dua atau bahkan tiga pemain dengan kualitas yang tidak jauh berbeda. Ini adalah kemewahan yang tidak dimiliki banyak tim nasional lainnya. Cedera pemain kunci pun tidak akan serta-merta melumpuhkan kekuatan kolektif mereka, sebuah keunggulan yang sangat krusial dalam turnamen sepanjang sebulan penuh dengan jadwal padat seperti Piala Dunia.
Pondasi Kokoh Peninggalan Didier Deschamps
Figo memberikan kredit besar kepada Deschamps yang telah membangun sebuah sistem permainan yang adaptif. Prancis tidak terpaku pada satu gaya bermain. Mereka bisa tampil dominan dengan penguasaan bola, namun juga sangat mematikan saat menerapkan strategi serangan balik cepat dengan kecepatan para pemain sayap dan lini depannya. Fleksibilitas taktik inilah yang membuat Prancis begitu berbahaya, karena mereka mampu menyesuaikan diri dengan berbagai tipe lawan.
Keberhasilan meraih gelar juara pada Piala Dunia 2018 dan mencapai final di edisi 2022 menjadi bukti konsistensi yang luar biasa. Bagi Figo, pengalaman tersebut menjadi modal tak ternilai. Para pemain inti telah merasakan tekanan pertandingan fase gugur, bangkit dari ketertinggalan, dan menjaga ketenangan di momen-momen kritis. Mentalitas juara seperti ini tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat dan menjadi pembeda utama di turnamen sebesar Piala Dunia.
Analisis Kekuatan Lini dan Bintang Utama
Sorotan utama Figo tentu tertuju pada Kylian Mbappé. Penyerang yang kini bermain untuk Real Madrid itu dianggap telah menjelma menjadi pemimpin sejati di lapangan. Kecepatan, penyelesaian akhir, dan kemampuan membaca permainannya terus meningkat. Namun, Figo mengingatkan bahwa kekuatan Prancis tidak boleh direduksi hanya pada satu individu. Soliditas lini belakang yang dikawal oleh William Saliba dan Dayot Upamecano, serta kehadiran Mike Maignan sebagai tembok terakhir, memberikan rasa aman yang memungkinkan para pemain depan berkreasi dengan bebas.
Di lini tengah, selain nama-nama muda yang telah disebut, keberadaan Adrien Rabiot memberikan keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Figo secara khusus mencatat betapa sulitnya menembus struktur pertahanan Prancis ketika mereka memutuskan untuk bermain lebih pragmatis. Transisi dari bertahan ke menyerang pun berjalan begitu cepat dan terorganisir, sebuah ciri khas tim-tim Deschamps yang paling mematikan.
Persaingan di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, diprediksi akan menjadi panggung yang lebih terbuka. Format baru dengan 48 tim peserta memang menambah dinamika, namun Figo percaya bahwa pada akhirnya, konsistensi dan kedalaman skuadlah yang akan menentukan. Ia tidak menampik kekuatan tim-tim tradisional seperti Brasil, Argentina, atau Inggris, tetapi baginya, Prancis memiliki paket terlengkap untuk menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya.
Prediksi Figo ini tentu menjadi angin segar bagi pendukung Les Bleus, sekaligus menambah tekanan tersendiri bagi tim asuhan Deschamps. Namun, jika mereka mampu mempertahankan performa dan mentalitas seperti dalam beberapa tahun terakhir, bukan tidak mungkin kata-kata sang legenda Portugal itu akan menjadi kenyataan di bulan Juli 2026 mendatang.
Baca juga:
Comments (0)