Depresi Tropis Neneng Melemah Jadi Bibit Siklon dan Keluar dari Wilayah Filipina

MANILA — Depresi Tropis Neneng resmi melemah menjadi bibit siklon atau low pressure area (LPA) pada Kamis (20/8) pukul 14.00 waktu setempat, dan segera kel

Depresi Tropis Neneng Melemah Jadi Bibit Siklon dan Keluar dari Wilayah Filipina

MANILA — Depresi Tropis Neneng resmi melemah menjadi bibit siklon atau low pressure area (LPA) pada Kamis (20/8) pukul 14.00 waktu setempat, dan segera keluar dari Wilayah Tanggung Jawab Filipina (PAR). Pelemahan ini sekaligus meredakan dampak angin muson barat daya atau habagat yang sebelumnya ikut dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis tersebut.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Filipina (PAGASA) pada pukul 16.00, bibit siklon sisa Neneng tercatat berada pada jarak 480 kilometer di utara Itbayat, Batanes. Dalam buletin resmi yang dirilis pukul 17.00, PAGASA menyatakan bahwa bibit siklon tersebut akan bergerak menuju Laut Tiongkok Timur.

Peluang Kembali Menjadi Siklon Tropis

Kendati telah melemah, PAGASA tidak menutup kemungkinan sistem cuaca ini kembali menguat. Dalam buletinnya, PAGASA menyebutkan bahwa kemungkinan terbentuk kembali menjadi depresi tropis dalam beberapa hari ke depan tidak dapat dikesampingkan, karena kondisi atmosfer saat ini dinilai cukup mendukung bagi bibit siklon untuk kembali berkembang.

"Kemungkinan terbentuk kembali menjadi depresi tropis dalam beberapa hari ke depan tidak dapat dikesampingkan," demikian pernyataan resmi PAGASA dalam buletin pukul 17.00, Kamis (20/8).

Artinya, meski ancaman langsung telah berlalu untuk saat ini, wilayah di sekitar jalur pergerakan bibit siklon tetap perlu mewaspadai potensi perubahan cuaca yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sejarah Singkat Neneng dan Dampaknya bagi Filipina

Selama masih berstatus depresi tropis, Neneng tercatat memiliki kecepatan angin maksimum 55 kilometer per jam (km/jam). Siklon ini juga berada cukup jauh dari daratan Filipina sepanjang perjalanannya, sehingga tidak menimbulkan dampak langsung terhadap wilayah negara tersebut.

Meski begitu, Neneng sempat memperkuat angin muson barat daya atau habagat dalam beberapa hari terakhir, sejak pertama kali terbentuk pada Selasa (18/8). Penguatan habagat biasanya berujung pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, terutama di bagian barat Filipina yang kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan.

Secara statistik, Neneng tercatat sebagai siklon tropis ke-14 yang terbentuk di Filipina sepanjang 2026, sekaligus siklon tropis ketiga pada bulan Agustus setelah Depresi Tropis Luis dan Badai Tropis Maymay (Kujira). Berikut perbandingan siklon tropis yang terbentuk pada Agustus 2026:

Siklon TropisKategoriStatus Terkini
Depresi Tropis LuisDepresi tropis
Badai Tropis Maymay (Kujira)Badai tropis
Depresi Tropis NenengDepresi tropisMelemah menjadi LPA dan keluar dari PAR

Yang Perlu Diwaspadai Setelah Neneng Pergi

Dengan keluarnya Neneng dari PAR, tekanan cuaca di wilayah Filipina diperkirakan berangsur normal kembali. Namun, PAGASA tetap mengingatkan masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca, mengingat potensi bibit siklon ini kembali menguat dan musim siklon tropis di kawasan Pasifik Barat belum sepenuhnya berakhir.

Para ahli meteorologi menilai bahwa perubahan status dari depresi tropis menjadi LPA adalah hal yang lazim terjadi, tetapi tidak berarti ancaman berakhir. Siklus hidup siklon tropis di Samudra Pasifik Barat kerap berubah-ubah; sistem yang melemah bisa saja kembali terbentuk ketika bertemu dengan perairan hangat yang mendukung pertumbuhannya.

Bagi masyarakat di wilayah pesisir dan daerah yang kerap terdampak banjir, pemantauan terhadap buletin cuaca resmi dari PAGASA menjadi langkah paling bijak. Informasi dari sumber resmi membantu publik mengambil keputusan yang tepat, jauh lebih baik daripada mengandalkan spekulasi yang beredar di media sosial.

[SOCIAL_TWEET]: Depresi Tropis Neneng melemah jadi bibit siklon dan keluar dari PAR. PAGASA: berpotensi kembali menguat dalam beberapa hari ke depan. #Neneng #PAGASA[SOCIAL_TG]: Depresi Tropis Neneng melemah jadi LPA dan keluar dari PAR, Kamis (20/8). PAGASA tidak menutup kemungkinan bibit siklon kembali menguat dalam beberapa hari ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User