BRIN Kembangkan Kendaraan Listrik Otonom Roda Tiga, Berdesain Unik
Langkah Indonesia menuju mobilitas masa depan kembali mencuat dengan hadirnya purwarupa kendaraan listrik otonom roda tiga yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kendaraan ini...
Langkah Indonesia menuju mobilitas masa depan kembali mencuat dengan hadirnya purwarupa kendaraan listrik otonom roda tiga yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kendaraan ini bukan sekadar moda transportasi ramah lingkungan, tetapi juga membawa teknologi swakemudi yang dapat mengenali objek di sekelilingnya, menjadikannya solusi potensial untuk permasalahan kemacetan dan polusi di kawasan perkotaan.
Ibarat sebuah robot beroda yang paham lalu lintas, kendaraan ini didesain untuk melaju secara mandiri tanpa campur tangan manusia. Kehadirannya mengejutkan banyak pihak karena bentuknya yang jauh dari bayangan mobil konvensional. Alih-alih berbentuk kotak atau bulat biasa, prototipe ini tampil dengan siluet meruncing dan kabin terbuka yang sekilas mengingatkan pada kendaraan rekreasi, namun dipadukan dengan sensor-sensor futuristik di sekujur bodinya.
Desain Tak Terduga yang Menggabungkan Efisiensi dan Aerodinamika
Dari kejauhan, kendaraan ini lebih mirip seperti pod transportasi pribadi dari film fiksi ilmiah. BRIN memilih konfigurasi tiga roda dengan dua roda di depan dan satu roda di belakang—sebuah pilihan desain yang tak umum untuk kendaraan jalan raya. Tata letak ini bukan sekadar gaya, melainkan untuk memberikan stabilitas saat bermanuver di jalanan sempit perkotaan sekaligus memangkas bobot kendaraan secara signifikan.
Dimensinya kompak: panjang sekitar 2,5 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 1,7 meter. Dengan berat kosong hanya 300 kilogram, kendaraan ini mampu menampung dua penumpang dewasa. Bodi luar menggunakan material komposit serat karbon yang ringan namun kuat, sementara bagian kabin didesain semi-terbuka dengan atap kanopi transparan. Pilihan ini, menurut tim peneliti, bertujuan menurunkan konsumsi energi listrik sekaligus memberikan visibilitas maksimal bagi sensor otonom.
Yang paling mencolok adalah minimnya komponen mekanis konvensional. Tidak ada setir, pedal gas, atau rem yang terlihat. Semua kendali diambil alih oleh sistem drive-by-wire yang terhubung ke komputer pusat. Di bagian depan, tersemat lampu LED berbentuk strip horizontal yang juga berfungsi sebagai indikator status kendaraan—misalnya, berkedip biru saat mode otonom aktif, atau putih saat bermanuver.
Teknologi Deteksi Objek: “Mata” Kendaraan Otonom
Jantung kecerdasan purwarupa ini terletak pada sistem deteksi objek yang dikembangkan mandiri oleh BRIN. Kombinasi kamera stereo, sensor LiDAR (Light Detection and Ranging), dan radar gelombang milimeter memungkinkan kendaraan “melihat” lingkungan 360 derajat secara real-time. Data dari sensor-sensor ini diolah oleh unit komputasi berbasis artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) yang mampu mengklasifikasikan objek—pejalan kaki, pengendara sepeda motor, mobil, atau hewan—dalam waktu kurang dari 100 milidetik.
“Kami merancang algoritma deep learning yang dilatih dengan ribuan jam rekaman lalu lintas Indonesia. Ini penting karena karakteristik jalan kita unik, dengan banyak kendaraan non-standar dan perilaku pengguna jalan yang dinamis,” ujar salah satu peneliti utama dalam presentasi tertutup di kawasan Serpong, Kamis lalu.
Sistem ini tidak hanya mendeteksi, tetapi juga mampu memprediksi pergerakan objek. Jika ada pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang, kendaraan akan menghitung probabilitas lintasan dan mengambil keputusan untuk memperlambat, berhenti, atau menghindar. Untuk keamanan, semua fungsi kritis dilengkapi redundansi—jika satu sensor gagal, sensor lain akan mengambil alih.
Spesifikasi teknisnya mengesankan: kecepatan maksimum dibatasi 40 km/jam demi keselamatan, dengan jarak tempuh hingga 100 kilometer per isi daya baterai lithium-ion 15 kWh. Pengisian daya dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 4 jam menggunakan charger rumah tangga. Kendaraan ini dikategorikan sebagai Level 4 autonomous driving menurut standar SAE, artinya mampu beroperasi sepenuhnya tanpa pengemudi dalam area geografis terbatas (geofence).
Potensi Disrupsi di Segmen Transportasi Perkotaan
Kehadiran kendaraan listrik otonom roda tiga ini membuka peluang besar untuk merevolusi transportasi jarak dekat. BRIN membayangkan penggunaannya sebagai armada last-mile delivery (pengantaran jarak akhir) untuk paket dan makanan, sebagai shuttle di kawasan kampus atau industri, hingga moda transportasi bersama (ride-hailing) di dalam kompleks perumahan.
Dari sisi ekonomi, biaya operasional per kilometer diperkirakan hanya sepersepuluh dari kendaraan berbasis mesin bakar. Tanpa pengemudi, biaya tenaga kerja bisa ditekan. Sementara itu, dimensi ringkasnya memungkinkan parkir vertikal atau penataan parkir yang lebih efisien—satu slot mobil konvensional bisa menampung tiga unit kendaraan ini.
Namun, tantangan regulasi masih menjadi pekerjaan rumah. Kendaraan otonom di Indonesia belum memiliki kerangka hukum yang jelas, terutama soal asuransi dan tanggung jawab jika terjadi kecelakaan. BRIN berencana meluncurkan proyek percontohan di kawasan sains dan teknologi terbatas tahun depan, sekaligus mengajukan standar keselamatan ke Kementerian Perhubungan.
Pengembangan ini sejalan dengan peta jalan industri kendaraan listrik nasional yang menargetkan 2 juta unit kendaraan listrik beroperasi pada 2030. Dengan pendekatan deep tech, BRIN berharap dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi impor dan membangun ekosistem manufaktur lokal. Beberapa mitra industri, termasuk BUMN dan startup teknologi, disebut-sebut sudah menjajaki kerja sama untuk tahap hilirisasi.
Meski purwarupa ini masih jauh dari produksi massal, langkah BRIN menegaskan bahwa Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain dalam revolusi mobilitas otonom global. Dengan desain yang tak terduga dan teknologi deteksi objek yang mumpuni, kendaraan listrik roda tiga ini mungkin saja menjadi pemandangan lumrah di jalan-jalan kota dalam satu dekade ke depan.
Baca juga:
Comments (0)