Bezzecchi Sukses Jalani Operasi, Target Kembali di MotoGP Inggris

Kabar melegakan datang dari kubu Aprilia Racing. Marco Bezzecchi, pembalap andalan tim asal Italia tersebut, telah berhasil menjalani operasi untuk memperbaiki tulang selangka kirinya yang mengalami k...

Kabar melegakan datang dari kubu Aprilia Racing. Marco Bezzecchi, pembalap andalan tim asal Italia tersebut, telah berhasil menjalani operasi untuk memperbaiki tulang selangka kirinya yang mengalami keretakan pasca kecelakaan dramatis di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akhir pekan lalu. Prosedur medis yang berlangsung pada Senin (7/7/2025) ini dikabarkan berjalan lancar, membuka jalan bagi rider berusia 26 tahun itu untuk mengincar sesi balapan di MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, awal Agustus mendatang.

Tim medis yang dipimpin oleh dr. Xavier Mir di Rumah Sakit Dexeus, Barcelona, mengonfirmasi bahwa penanaman plat titanium dan tujuh sekrup pada klavikula kiri Bezzecchi telah sesuai dengan rencana. Pemulihan awal akan dilanjutkan dengan fisioterapi intensif, sebelum kemudian menjalani tes kebugaran wajib jelang Grand Prix Inggris. Dengan jeda waktu sekitar tiga pekan dari operasi ke sesi latihan bebas di Silverstone, optimisme tetap membuncah meskipun target tersebut terbilang ambisius.

Kronologi Kecelakaan di Sachsenring

Insiden nahas itu terjadi pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Jerman, 2025. Bezzecchi, yang tampil menjanjikan sepanjang hari, kehilangan kendali motor Aprilia RS-GP-nya di tikungan ke-11, sebuah tikungan kiri cepat yang dikenal menantang. Data telemetri menunjukkan bahwa ban depan kehilangan cengkeraman secara mendadak, menyebabkan highside yang keras. Bezzecchi terlempar dan mendarat dengan bahu kiri terbentur trek, yang langsung memicu nyeri hebat. Sesi pun dihentikan, dan pembalap dipindahkan ke pusat medis sirkuit menggunakan mobil ambulance.

Pemeriksaan sinar-X di klinik sirkuit memastikan adanya patahan bersih pada clavicula kiri. Meskipun tidak serius dalam arti komplikasi pembuluh darah atau saraf, cedera ini memerlukan fiksasi bedah agar pembalap bisa kembali berlaga dalam waktu singkat. Tim Aprilia Racing segera menerbangkannya ke Barcelona untuk penanganan lebih lanjut oleh spesialis tulang yang sudah menjadi langganan para atlet MotoGP. Bezzecchi pun absen di sesi kualifikasi dan balapan hari Minggu, meninggalkan Aprilia dengan hanya satu motor di grid start.

Prosedur Operasi dan Rencana Pemulihan

Operasi reduksi terbuka dengan fiksasi internal (ORIF) berlangsung pada Senin pagi. Sebuah plat titanium ringan bersama tujuh sekrup ditanamkan untuk menyatukan fragmen tulang selangka yang retak. Pihak rumah sakit menyatakan prosedur berjalan sukses tanpa hambatan, dan pasien dalam kondisi stabil. Metode ini diyakini paling efektif bagi atlet karena langsung memberikan stabilitas tulang sehingga rehabilitasi bisa dimulai lebih awal.

Menurut dr. Mir, prosedur tersebut merupakan standar untuk patah tulang selangka pada atlet, dan dengan fiksasi internal, pemulihan bisa jauh lebih cepat. Marco juga dinilai sangat termotivasi. Rencana ke depan adalah memantau luka dan memulai fisioterapi ringan dalam beberapa hari, lalu secara bertahap meningkatkan beban latihan. Program pemulihan mencakup sesi hyperbaric chamber, terapi laser, latihan rentang gerak pasif, dan pengkondisian kardio yang tidak memberatkan bahu.

Pemulihan cedera semacam ini biasanya memerlukan 4–6 pekan untuk aktivitas penuh, namun pebalap MotoGP sering kali kembali dalam 2–3 pekan. Contoh sebelumnya seperti Marc Marquez dan Jorge Lorenzo mampu balapan kurang dari dua pekan pasca-operasi serupa. Bezzecchi pun mengandalkan tim fisioterapis pribadi untuk memaksimalkan regenerasi tulang dan mengurangi bengkak. Pada akhir pekan pertama, ia dijadwalkan menjalani kontrol sinar-X untuk memastikan posisi plat dan awal penyambungan tulang.

Target Comeback di Silverstone

Grand Prix Inggris dijadwalkan pada 1–3 Agustus 2025 di Sirkuit Silverstone. Hitungan dari tanggal operasi (7 Juli) menyisakan sekitar 24 hari hingga sesi FP1. Durasi ini ketat namun bukan tidak mungkin. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa Silverstone memang jadi target, tetapi kesehatan Marco tetap prioritas utama. Pihaknya tidak akan memaksakan jika kondisinya belum seratus persen, dan telah menyiapkan pembalap pengganti andal jika diperlukan.

Bezzecchi sendiri memberi sinyal positif lewat unggahan media sosial bahwa operasinya berhasil dan ia akan bekerja keras demi kembali secepat mungkin. Dukungan membanjir dari penggemar dan rekan seprofesi. Jika tampil di Silverstone, ia harus melewati pemeriksaan medis wajib oleh tim dokter MotoGP pada Kamis sebelum balapan, dengan uji kekuatan dan rentang gerak bahu sebagai penentu. Ia juga harus mengikuti FP1 untuk membuktikan kebugaran fisiknya sepanjang balapan di sirkuit sepanjang 5,9 km itu.

Balapan di Inggris sangat penting bagi Aprilia yang tengah bersaing di klasemen konstruktor. Bezzecchi musim ini sudah mengoleksi sejumlah finis lima besar dan satu podium, sehingga kehilangan dirinya lebih dari satu seri akan berdampak pada poin tim. Oleh karena itu, semua upaya dikerahkan, termasuk penyesuaian setang dan footpeg pada motor cadangan untuk mengurangi beban bahu kiri. Insinyur Aprilia juga menyiapkan setelan khusus demi kenyamanan pembalap saat kembali nanti.

Kemajuan ilmu kedokteran olahraga membuat comeback cepat seperti ini semakin lazim. Teknik pembedahan modern dan material implan ringan, ditambah terapi regeneratif seperti PRP (platelet-rich plasma), disebut-sebut dapat mempercepat pemulihan hingga 70 persen. Meski begitu, risiko tetap ada: jika tulang belum sepenuhnya union, getaran motor bisa memicu kegagalan fiksasi. Oleh karena itu, tim akan terus memantau perkembangan Bezzecchi dengan hati-hati.

Dengan operasi yang sukses dan timeline ambisius, publik menantikan apakah Marco Bezzecchi benar-benar muncul di grid Silverstone. Para penggemar berharap talenta muda ini bisa melanjutkan tren positifnya dan kembali memberikan performa terbaik bagi Aprilia Racing. Pekan-pekan pemulihan ini menjadi krusial bagi masa depan sang pembalap di musim 2025.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User