Argentina Kalahkan Mesir 3-2, Lisandro Martinez Pimpin Lini Pertahanan
ATLANTA, TERDEPAN.ID — Timnas Argentina harus bersusah payah menyingkirkan perlawanan sengit Mesir dengan skor tipis 3-2 dalam laga babak 16 besar Piala Du
ATLANTA, TERDEPAN.ID — Timnas Argentina harus bersusah payah menyingkirkan perlawanan sengit Mesir dengan skor tipis 3-2 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Selasa (7/7/2026). Bek Manchester United, Lisandro Martinez, tampil sebagai pemimpin lini pertahanan La Albiceleste yang kritis dalam meredam agresivitas Mohamed Salah dan kolega.
Pertandingan yang disaksikan lebih dari 71.000 penonton ini menyajikan drama enam gol yang membuat jantung para pendukung berdebar sepanjang 90 menit. Argentina, yang tampil dengan formasi 4-3-3 andalan Lionel Scaloni, harus menghadapi Mesir yang bermain tanpa beban dan penuh determinasi tinggi.
Awal Mengejutkan: Mesir Unggul Lebih Dulu
Kejutan terjadi pada menit ke-11. Berawal dari skema serangan balik cepat, Mohamed Salah menerima umpan panjang dari Mahmoud Trezeguet, mengecoh Lisandro Martinez dengan gerakan tipu, dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau Emiliano Martinez. Stadion Atlanta terdiam. Mesir unggul 1-0.
Gol cepat tersebut seolah membangunkan Argentina dari tidur panjang. Julian Alvarez, Alexis Mac Allister, dan kapten Lionel Messi mulai meningkatkan intensitas penguasaan bola. Namun, disiplin pertahanan Mesir yang dikawal Ahmed Hegazi membuat Argentina frustrasi sepanjang 25 menit pertama.
Kebangkitan Argentina: Dua Gol Berbalas
Menit ke-34, Argentina akhirnya memecah kebuntuan. Messi yang menerima bola di luar kotak penalti melepaskan tendangan melengkung khasnya yang bersarang di sudut atas gawang Mohamed El Shenawy. Skor menjadi 1-1. Gol tersebut merupakan gol kelima Messi di turnamen ini, menyamai torehan Kylian Mbappe dalam daftar pencetak gol terbanyak sementara.
"Messi adalah pemimpin kami. Ketika dia mencetak gol, energi seluruh tim berubah. Kami percaya bisa membalikkan keadaan," kata Lisandro Martinez saat diwawancarai di zona campuran.
Hanya berselang empat menit, Argentina berbalik unggul. Kali ini, Lisandro Martinez menunjukkan kontribusinya dalam fase menyerang. Dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Rodrigo De Paul, Martinez yang naik membantu serangan berhasil memenangkan duel udara dan mengarahkan bola kepada Julian Alvarez yang berdiri bebas. Striker Manchester City itu tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang kosong. Argentina unggul 2-1.
Babak Kedua: Drama dan Ketangguhan Martinez
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Mesir yang tidak ingin pulang lebih awal meningkatkan agresivitas. Pelatih Rui Vitoria memasukkan Omar Marmoush untuk menambah daya gedor. Hasilnya instan. Menit ke-58, Marmoush menusuk dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang yang kembali disambar Salah. Beruntung bagi Argentina, tendangan Salah membentur tiang gawang.
Argentina merespons melalui serangan balik. Menit ke-65, Enzo Fernandez melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti yang menghujam deras ke pojok gawang. El Shenawy tak berkutik. Argentina menjauh 3-1. Gol tersebut seolah mengamankan kemenangan Argentina.
Namun, Mesir belum menyerah. Menit ke-79, terjadi momen kontroversial. Salah kembali menjebol gawang Emiliano Martinez setelah menerima umpan terobosan Trezeguet. Wasit asal Prancis, Clement Turpin, sempat menganulir gol karena dugaan offside. Pemeriksaan VAR yang berlangsung selama dua menit akhirnya mengesahkan gol tersebut. Skor berubah menjadi 3-2.
Lisandro Martinez: Tembok Terakhir Argentina
Dengan sisa waktu sekitar 11 menit plus injury time, Mesir menggempur habis-habisan pertahanan Argentina. Di sinilah peran Lisandro Martinez sebagai pemimpin lini belakang sangat krusial. Tercatat, bek berusia 28 tahun itu melakukan tiga clearance kritis, dua blok tembakan, dan lima intersepsi sepanjang babak kedua. Ketangguhan dan keberaniannya dalam duel fisik menjadi pembeda bagi Argentina.
- Statistik Lisandro Martinez vs Mesir: 8 clearance, 4 blok, 7 intersepsi, 92% akurasi umpan, 5 duel udara dimenangkan
- Penguasaan bola: Argentina 62% — 38% Mesir
- Tembakan tepat sasaran: Argentina 9 — 6 Mesir
- Total penonton: 71.542 orang
Saat peluit panjang berbunyi, para pemain Argentina berpelukan di tengah lapangan. Lisandro Martinez, dengan seragam yang penuh lumpur, memimpin rekan-rekannya memberikan tepuk tangan kepada para pendukung yang memadati Stadion Atlanta. Momen tersebut, yang diabadikan oleh fotografer Elsa dari Getty Images melalui AFP, menjadi simbol perjuangan dan solidaritas tim.
"Kami tahu ini akan sulit. Mesir adalah tim yang sangat terorganisir dan Salah adalah ancaman konstan. Tapi kami menunjukkan karakter juara malam ini. Sekarang fokus kami adalah perempat final," ujar Scaloni dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Dengan kemenangan ini, Argentina melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang antara Spanyol dan Korea Selatan. Sementara bagi Mesir, perjalanan heroik mereka di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kepala tegak. Penampilan impresif Salah sepanjang turnamen—yang mengoleksi total empat gol—menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia meskipun usianya telah menginjak 34 tahun.
Perhatian kini tertuju pada lini pertahanan Argentina yang akan diuji lebih berat di babak selanjutnya. Jika Lisandro Martinez mampu mempertahankan performa impresifnya, bukan tidak mungkin La Albiceleste akan mengulangi kejayaan tahun 2022 dan membawa pulang trofi Piala Dunia untuk keempat kalinya.
[SOCIAL_TWEET]: Argentina survives! La Albiceleste kalahkan Mesir 3-2 dalam thriller 6 gol di Atlanta. Lisandro Martinez tembok kokoh, Messi & Alvarez on fire. Perempat final, here we come! #WorldCup2026 #Argentina #LisandroMartinez[SOCIAL_TG]: 🇦🇷💪 Argentina lolos dramatis! Skor 3-2 lawan Mesir di 16 besar. Messi gol, Alvarez gol, Enzo Fernandez gol penutup. Lisandro Martinez MOTM dengan 8 clearance! Perempat final: Spanyol atau Korsel menanti.
Comments (0)