Anindya Bakrie Respons Mundurnya Perry Warjiyo, Soroti Masa Depan QRIS

Jakarta – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) mengejutkan banyak pihak, termasuk kalangan pengusaha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anin...

Anindya Bakrie Respons Mundurnya Perry Warjiyo, Soroti Masa Depan QRIS

Jakarta – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) mengejutkan banyak pihak, termasuk kalangan pengusaha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menjadi salah satu tokoh yang memberikan tanggapan resmi. Dalam pernyataannya, Anindya tidak hanya menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi Perry, tetapi juga mengingatkan tentang pentingnya memastikan keberlanjutan transformasi digital yang telah dirintis, terutama sistem pembayaran nasional QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Warisan Digital Sang Gubernur

Di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo, BI mendorong digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari strategi pendalaman pasar keuangan dan inklusivitas ekonomi. QRIS, yang diluncurkan pada 2019, menjadi salah satu proyek monumental. Standarisasi kode QR tunggal ini berhasil menyatukan lebih dari 90 penyelenggara jasa pembayaran di Tanah Air, sehingga konsumen cukup menggunakan satu aplikasi apa pun untuk bertransaksi di semua merchant.

Data BI menunjukkan bahwa per akhir 2025, jumlah pengguna QRIS telah menembus 45 juta merchant, mayoritas adalah pelaku usaha mikro dan kecil. Volume transaksi tahunan mencapai lebih dari Rp400 triliun, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan penetrasi pembayaran digital berbasis QR tercepat di Asia Tenggara. Pencapaian ini tidak lepas dari tangan dingin Perry yang juga memperkenalkan kebijakan BI-FAST dan Standar Nasional Open API.

Nasib QRIS Tanpa Nahkoda Lama

Kepergian Perry Warjiyo sebelum masa jabatannya berakhir pada 2028 memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan digital BI ke depan. Anindya Bakrie menekankan, transisi kepemimpinan harus berjalan mulus tanpa mengorbankan momentum transformasi. “QRIS bukan sekadar sistem pembayaran, tetapi infrastruktur publik yang sudah menjadi urat nadi perekonomian digital kita,” ujar Anindya dalam keterangan tertulis.

Dunia usaha, khususnya sektor ritel dan UMKM, sangat bergantung pada keandalan dan pengembangan QRIS. Fitur-fitur baru seperti QRIS Tuntas (Tarik, Transfer, Setor) dan QRIS Antarnegara yang mulai diuji coba ke beberapa negara ASEAN, membutuhkan dukungan regulasi dan pengawasan yang konsisten. Anindya menilai, pengganti Perry harus memiliki visi yang sejalan agar program-program tersebut tidak terhenti di tengah jalan.

Stabilitas Ekonomi Tetap Prioritas

Selain transformasi digital, Anindya juga menyoroti peran Perry dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah guncangan global. Di masa pandemi dan ketidakpastian suku bunga global, BI mampu menjaga inflasi dalam kisaran 3%±1 dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil. Koordinasi antara BI dan pemerintah melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dinilai efektif meredam volatilitas pasar.

“Kita berharap pemerintahan dan BI ke depan tetap bersinergi, terutama menghadapi tantangan fragmentasi geopolitik dan perlambatan ekonomi global. Kepemimpinan baru BI harus bisa melanjutkan tradisi kebijakan yang kredibel dan independen,” tambah Anindya.

Harapan Kadin untuk Transisi

Kadin Indonesia sebagai wadah pengusaha berencana menyampaikan masukan kepada pemerintah dan DPR dalam proses pemilihan Gubernur BI yang baru. Anindya menyebut, sejumlah nama sudah beredar di publik, dari internal BI seperti Deputi Gubernur Senior hingga tokoh eksternal yang memahami seluk-beluk moneter.

Namun demikian, Kadin tidak ingin berspekulasi. Yang terpenting, kata Anindya, siapapun yang terpilih harus memiliki komitmen terhadap digitalisasi dan inklusi keuangan. “QRIS adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara regulator, perbankan, dan fintech mampu mengakselerasi keuangan inklusif. Jangan sampai mundurnya Pak Perry membuat program ini kehilangan arah,” tegasnya.

Masa depan QRIS sendiri kini menanti. Rencana perluasan ke QRIS Tap berbasis NFC dan integrasi dengan kartu kredit serta dompet digital global sedang dalam tahap pengkajian. Ujian sesungguhnya adalah apakah mesin birokrasi BI dapat terus berjalan tanpa figur sekuat Perry. Anindya Bakrie dan dunia usaha tampaknya akan terus memonitor dengan cermat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User